Sebagai bahan untuk mengobati penyakit, sirih sudah lama diakai oleh oarng Indonesia dan bangsa-bangsa Asia lainnya. Pengobatan tradisional yang mereka lakukan tentunya hanya berdasarkan pengetahuan dan pengalaman nenek moyangnya atau secara empiris, belum berdasarkan penelitian secara medis-farmakologis. Meskipun demikian, pengobatan dengan sirih secara tradisional terbukti mujarab dan mampu menyembuhkan penyakit atau paling tidak mengurangi rasa sakit dan menambah kebugaran tubuh.
Berikut ini contoh-contoh populer yang terus berkembang di perdesaan tentang pemakaian sirih untuk obat secara tradisional. Sirih digunakan untuk menyembuhkan mata merah atau iritasi dan bengkak karena sesuatu. Biasanya daun sirih direndam dalam air mendidih di wadah piring atau mangkuk. Setelah airnya agak dingin, dipakai untuk mencuci mata atau merambang dengan cara merendamkan muka, terutama bagian mata ke dalam air sirih tersebut. Sirih juga digunakan untuk menyembuhkan atau menghentikan perdarahan akibat mimisan, yakni keluarnya darah darihidung secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas. Dalam kasus ini, biasanya daun sirih digulung menyerupai rokok dan ujung runcingnya dimasukkan ke dalam lubang hidung. Selain itu, sirih digunakan untuk cebok atau membersihkan kemaluan kaum perempuan setelah buang air kecil. Sebelum dipakai, daun sirih direbus dengan air sekitar 1 liter. Kemudian air rebusannya dipakai untuk cebok. Pemakaian air rebusan sirih berguna untuk menghindari sekaligus menyembuhkan keputihan.
Mencermati khasiat daun sirih yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun di Indonesia, Ny.Kloppenburg-Versteegh, seorang ahli tanaman obat asli Indonesia, pada dekade 1930-an menganjurkan penggunaan ekstrak daun sirih untuk berkumur jika mulut mengalami pembengkakan, membersihkan napas yang bau akibat pembusukan gigi, serta untuk menghentikan darah dan membersihkan luka saat gigi dicabut. Di samping itu, is menganjurkan penderita mimisan atau hidung mengeluarkan darah untuk mengisap cairan daun sirih agar perdarahannya berhenti. Kloppenburg juga menyebutkan bahwa beberapa penyakit lain, seperti keputihan, batuk, suara parau, dan luka di kulit, bisa diobati dengan daun sirih.
Dari uraian di atas, jelaslah bahwa daun sirih telah dimanfaatkan nenek moyang kita sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit dan menjaga kebugaran tubuh. Mengapa kita tidak memanfaatkannya?
Pustaka: Khasiat dan manfaat daun sirih: obat mujarab dari masa ke semasa Oleh Rini Damayanti Moeljanto,Mulyono